7 Ikatan Makna Saga Harry PotterAneh, sebal, dan penasaran adalah reaksi pertama saya ketika berkeliling toko buku dan membaca judul sampul buku “Aku Ingin Bunuh Harry Potter!”. Sudah pasti bahwa pengarang buku tersebut hanya ingin mencari sensasi dari buku laris abad ini.
Namun, ketika melihat siapa penulis dari buku yang sensasional tersebut adalah Hernowo, kesan sekedar mencari untung segera tertepis. Siapa yang tidak kenal Hernowo, pakar “pengikat makna” yang tak henti-hentinya memompa semangat para pembelajar baik remaja maupun dewasa untuk selalu haus akan bacaan sekaligus mengikatnya erat dalam makna-makna berharga. Konsep “mengikat makna” yang dipopulerkan oleh Hernowo digandrungi para pembelajar sebagai konsep pembelajaran penuh energi dan sarat gizi. Dia mengajarkan bahwa kegiatan membaca harus dijalankan seiring dengan kegiatan menulis. Dengan gaya provokatif dia mengajak pembaca untuk aktif membaca, mengenali diri dan mencari makna dari apa yang telah dibacanya.
Buku Aku Ingin Bunuh Harry Potter! yang dia ciptakan, selain sebagai wadah untuk menampung kegemarannya dalam membaca dan mengikat makna, juga dia harapkan sebagai rangsangan untuk guru dan orang tua agar mau dan mampu membiasakan diri dalam menjalankan kegiatan baca-tulis. Melalui kegiatan cinta baca-tulis tersebut akan muncul sebuah jembatan untuk berdiskusi secara santai antara guru dengan murid, orang tua dengan anak, mengenai hikmah-hikmah mendalam yang terkandung dalam novel Harry Potter.
Dalam buku ini, Hernowo menciptakan sosok seorang anak berusia 15 tahun bernama Heri Puter yang terobsesi untuk membunuh karakter idolanya, Harry Potter. Heri merasa frustasi mendengar berita-berita miring dari kritikus dunia tentang ramalan jalan cerita novel terakhir Harry Potter (buku ke tujuh). Ada yang bilang bahwa Harry Potter akan mati di akhir kisah karena hanya itu satu-satunya jalan untuk membunuh pangeran kegelapan Lord Voldemort. Heri tidak bisa menerima begitu saja jika Harry Potter harus bernasib tragis seperti itu. Akhirnya sebelum buku ke tujuh terbit, dia memutuskan terlebih dahulu untuk membunuh pahlawanya sendiri daripada merana sesudah membaca buku ke tujuh. Dalam upaya-upayanya itu Heri berpikir dan menimbang lebih jauh tentang makna-makna di balik saga Harry Potter yang telah terbit sejak tahun 1997.
Pada bab satu, Hernowo melalui tokoh Heri Puter mengenalkan ikatan makna pertama mengenai novel karangan J.K.Rowling yang telah menyebarkan virus gemar membaca baik pada anak dan dewasa. Heri mengorek-ngorek banyak informasi dari para pakar pendidikan bahwa membaca adalah sebuah kegiatan yang baik untuk kesehatan otak yang dapat mendorong seseorang untuk aktif menganalisa fakta. Sekaligus membaca dapat mencegah kepikunan atau demensia di usia tua.
Pada ikatan kedua Heri mulai mengutak-atik inti cerita Harry Potter yang banyak memiliki keunikan di dalamnya. Di antaranya adalah Horcrux yang digunakan oleh Voldemort untuk menyimpan jiwa-jiwanya agar dia bisa lari dari takdir kematiannya. Heri menyimpulkan nahwa Rowling menitikberatkan novelnya pada kematian. Dia paham betul obsesi Voldemort untuk menaklukkan kematian dengan berbagai cara karena pada dasarnya kita semua takut pada sebuah kematian. Sebuah analisa kecil yang ditangkap Rowling dan mampu dia ikat menjadi ide novel brilian.
Ikatan ketiga adalah pembelajaran tentang arti menjadi dewasa dan bersikap sebagai pahlawan. Menjadi manusia seutuhnya memang harus tabah dan sabar menghadapi penderitaan yang panjang dan berliku. Heri termenung ketika Rowling dengan kekhasannya bercerita menunjukkan peran-peran penting Harry sejak mengarungi tahun pertama hingga keempat. Caranya menampilkan Harry sebagai sosok “pahlawan” lebih bernuansakan penuturan remaja yang ringan dan humoris, meski berfilosofis sehingga mudah diterima.
Dementor menjadi ikatan makna keempat yang perlu dikaji menurut Heri Puter. Rowling sendiri menegaskan bahwa Dementor merupakan sebuah penyakit psikologis yang disebut sebagai depresi. Depresi adalah sebuah hal yang paling tidak menyenangkan yang pernah dialaminya. Ketidakmampuan untuk membayangkan untuk bisa bahagia kembali, kehampaan harapan adalah perasaan yang cukup mematikan bagi seseorang.
Ikatan makna kelima menggambarkan bahwa pahlawan terpilih Harry Potter memang sosok yang tepat sebagai keberhasilan mutlak penulis yang terpilih. Setelah menemukan karakter bocah kurus berambut hitam, berkacamata bulat, dengan tanda petir dikeningnya, Rowling telah dipilih dunia sebagai ratu dongeng yang telah membangkitkan gairah cinta buku. Harry Potter telah mengubah 180% sosok orang tua tunggal yang miskin menjadi milyader yang dicintai dunia.
Rahasia kesuksesan Harry Potter di seluruh dunia adalah ikatan makna keenam. Jika ditanyakan pada pengarangnya sendiri, jawaban Rowling adalah humor, karakter-karakter yang kuat, alur cerita yang bagus, serta unsur ketegangan. Itulah rahasia yang membuat saga Harry Potter menjadi cerita yang sangat bercahaya (lumos maxima).
Ikatan makna terakhir yang berhasil digenggam oleh Heri Puter adalah kekuatan cinta. Dia menyadari kuatnya lingkaran cinta yang menyelimuti Harry Potter dari ibu dan ayahnya, Dumbledore, Hagrid, Hermione, Ron, Sirius, tidak akan mampu diputuskan oleh Voldemort. Melimpahnya cinta dari para pecinta Harry Potter di seluruh dunia akan membuat Harry Potter senantiasa hidup sampai kapanpun.
Membaca buku Hernowo ini seperti membaca sebuah puzzle, menantang kejelian sekaligus mencerahkan. Dianggap sebagai fiksi, maka pembaca harus siap-siap menangkap karakter si Heri Puter. Dianggap non-fiksi, memang buku ini berisi info-info seputar Harry Potter. Hernowo menebarkan semua fakta dan berita seputar novel Harry Potter dari berbagai sumber bacaan ke dalam bab-bab tulisannya untuk mengajak pembaca memilih dan memilah ikatan-ikatan makna berdasarkan penafsiran masing-masing pembaca. Meski isi buku 99% mengadopsi dari berbagai sumber bacaan, kegemaran Hernowo membaca, meringkas, dan mencari makna yang terkandung dari setumpuk makna yang ada, terasa tajam memperkuat tujuan semula buku ini ditulis, yaitu mengikat makna.