Selasa, 09 Maret 2010

Book mistakes

Second Book

Masih berlanjut dengan berbagai kesalahan pada buku tercinta kita ini. Bukan maksud hati untuk menyalahkan Bunda Jo, tapi hanya sekedar penyampaian berita yang tak sengaja di temukan. Yuk, kita lihat,,



• Ketika Harry berbicara dengan Riddle di dalam chamber of secrets, Riddle mengatakan bahwa ia dan Harry mempunyai kesamaan, mereka berdua adalah half-blood. Tapi bukankah kedua orang tua Harry adalah penyihir? Berarti Harry bukanlah half-blood seperti yang dikatakan Riddle.


• Sperti yang semua ketahui, bahwa Harry lahir pada tanggal 31 Juli. Karena ulang tahun kematian Nearly Headless Nick terjadi di tahun 1992, berarti Harry lahir di tahun 1980. hal ini menunjukan 2 keanehan :

1. Apabila buku ke-2 bersetting di tahun 1992, maka Dudley tidak seharusnya membuang PS-nya keluar jendela, karena Playstation belum ada saat itu.

2. Dalam buku pertama, Harry mengatakan bahwa ulang tahunnya jatuh pada hari Selasa. Tapi jika kita cek kalender, tanggal 31 Juli 1980 adalah hari Rabu.


• Di pesta ulang tahun kematian Nearly-Headless Nick, Hermione menyatakan bahwa Moaning Myrtle menghantui kamar mandi wanita di lantai pertama. Tapi selanjutnya terbukti bahwa kamar mandi yangdi hantui ada di lantai 2. selain itu, di buku ke-2 di sebutkan bahwa Myrtle tinggal di dalam pipa yang berbentuk U, sedangkan di buku ke-4 berbentuk S.

DPI

Rabu, 24 Februari 2010

Sejarah Transfigurasi

Seperti yang telah disadari oleh semua orang, tidak ada yang tahu dari mana sihir itu muncul. Ada suatu teori yang menyatakan kalau sihir telah ada dan selalu ada di mana-mana. Seiring berjalan waktu, mulailah muncul orang-orang yang dilahirkan dengan kemampuan sihir dan mampu mengendalikannya. Transfigurasi pun tak jauh berbeda. Tidak ada ‘penemu’ dari tipe sihir yang ini. Legenda mengatakan bahwa sebelum waktu diperhitungkan, tinggal seorang penyihir tua yang eksentrik (gila) yang bernama Belvaius yang sangat tidak mempercayai manusia sehingga dia tinggal menyendiri di bukit yang tinggi hanya bersama hewan dari kayu yang dia ukir sendiri sebagai teman hidupnya. Lama menginginkan teman hidup yang lain, Belvaius mulai bereksperimen dengan tongkatnya dan pelafalan mantra dengan harapan untuk memberikan kehidupan pada suatu benda. Satu hari, dia melakukan gerakan tongkat dan pengucapan mantra Conjurus Incarceous, dan memberikan kehidupan pada ukiran miliknya. Tapi makhluk ini bukanlah hewan biasa. Makhluk-makhluk itu merupakan makhluk yang eksotis dan berbahaya yang tunduk pada pembuatnya, dan kemudian lari serta mengacau di kota di bawahnya. Setelah kerjadian tersebut, para penyihir berkumpul dalam satu tempat untuk menentukan peraturan dalam Transfigurasi, yang mengantar pada peraturan yang kita punya sekarang.

Penyihir Yunani kuno bernama Falco Aesalon adalah animagus terdaftar yang pertama, yang bentuknya adalah seekor falcon. Circe Yunani kuno dapat mengantarkan para pelaut tersesat untuk mengubah mereka menjadi babi. Ratu penyihir Morgan le Fey adalah animagus dengan bentuk burung. Dan seorang penyihir malang yang sedang dimbauk cinta bernama Mirabella Plunkett, jatuh cinta pada manusia duyung di Loch Lomend, dan keluarganya tidak menyetujui hubungan mereka, dia mentransfigurasi dirinya menjadi ikan dan tidak pernah terlihat lagi. Bertahun lamanya sejak transfigurasi menjadi kubu yang kuat di dunia sihir, penyalahgunaannya merajelela di mana-mana. Para penyihir menjadi rakus dan mencoba untuk menyulap uang, melenyapkan musuh, berbuat curang, sehingga membuat komunitas sihir harus mengatur penggunaan dari transfigurasi.


Penyihir hebat bernama Gerrard Gamp mengeluarkan garis besar dari hukum untuk mengatur transfigurasi tersebut pada tahun 1895. Hukum ini kemudian dikenal sebagai Hukum Gamp tentang Transfigurasi Elemental (Gamp’s Law of Elemental Transfiguration) dan 5 Hukum Gamp Pengecualian Dasar (Gamp’s 5 Principal Exceptions). Adapun hukum tersebut adalah sebagai berikut.

Gamp’s Law of Elemental Transfiguration
1. Benda hidup. Benda dapat dihidupkan, membawa kehidupan pada objek tak-bernyawa, tetapi mantra pada objek tersebut akan menghilang dalam jangka waktu tertentu.
2. Transfigurasi Diri Sendiri. Kau bisa mentransfigurasi dirimu sendiri dan orang lain, tetapi efeknya akan menghilang pada akhirnya. Animagus/Metamorphagus adalah berbeda.
3. Transfigurasi Kombinasi. Kau dapat menyatukan dua benda secara permanen untuk membuatnya menjadi satu benda, hanya jika objek asli yang digunakan. Pikirkan tentang tanaman hibrida.
4. Mantra Pertukaran. Kau bisa menukar bagian-bagian dari satu benda dengan yang lain, tetapi efeknya tidak permanen. Semakin dekatnya hubungan benda tersebut dengan bagian yang ditukar, semakin lama efeknya bertahan. Contohnya adalah telinga kelinci dan anjing.

5 Gamp’s Principal Exceptions
1. Makanan tidak dapat diciptakan dari udara kosong. Makanan dapat dipanggil, dilipatgandakan, dan ditransformasikan. Tetapi perhatikan dengan pelipatgandaan makanan karena nutrisinya bisa hilang dan makanan tersebut menjadi kosong.
2. Uang tidak bisa dimunculkan ataupun dibuat, juga tak bisa mengganti denominasi menjadi lebih berharga. Mantra penimbul bekas sihir seperti Speacialis Revelio bisa digunakan untuk menimbulkan bukti adanya penggunaan mantra tersebut pada objek.
3. Cinta tidak bisa dibuat, hanya dapat diimitasikan dengan menggunakan ramuan atau dengan Kutukan Imperius.
4. Yang telah mati tidak bisa dihidupkan kembali. Mereka bisa dibuat bergerak kembali, dalam bentuk inferi, tetapi mereka tidak akan pernah bisa hidup kembali.
5. Tempat perlindungan dan tanah tidak dapat dibuat. Transfigurasi dapat digunakan untuk mengubah warna dan bentuk, tetapi tidak bisa membuat atau menambah jumlah di mana tidak ada.

Hukum tersebut dibuat untuk mengekang penyalahgunaan dan kerakusan. Kau harus cukup bijak untuk mengikuti hukum tersebut, atau kau bisa saja mendapat hukuman yang sangat berat.

Saat sebuah benda ditransfigurasikan, maka benda tersebut berubah menjadi benda yang baru. Artinya, apabila suatu percobaan dilakukan pada seekor landak, yang telah diubah menjadi cangkir teh, maka percobaan tersebut hanya akan menimbulkan fakta bahwa benda tersebut adalah cangkir teh. Segala sisa dari landak tersebut akan hilang sampai efek mantra tersebut menghilang. Benda-benda kecil dapat ditransfigurasikan menjadi benda besar, dan begitu pula sebaliknya. Seekor tikus dapat diubah menjadi seekor gajah, dan juga sebaliknya. DNA, atau terbuat dari apapun objek tersebut, berubah secara total, massa benda tersebut juga berubah, dan tidak ada bukti ke mana massa tersebut pergi. Tapi ingat, perubahan tersebut tidak permanen, jadi siapapun yang berniat mengubah saudaranya menjadi hewan, mereka akan kembali ke bentuk semula.

Transfigurasi sangat berbahaya dan dapat menjadi sangat berbahaya apabila digunakan dengan tidak sesuai. Gerakan tongkat yang tepat adalah hal yang sangat penting. Coba pikirkan seperti ini. ketika kau menggunakan tongkatmu, dia ‘mengatakan’ atau mengarahkan mantranya kepada objek. Mantra sangat penting sebagaimana mereka membawakan jenis sihir yang kau kehendaki. Konsntrasi adalah kunci saat menggunakan sihir. Kau harus memiliki hasrat untuk mau melakukan sihir. Tongkat kemudian digunakan untuk memfokuskan sihir pada target. Gerakan tongkat yang tidak tepat seperti salah mengucapkan kata, dan sihir yang kau rapalkan bisa berantakan.


Sumber: Behind The Magic RPG Forum

Senin, 22 Februari 2010

Salazar Slytherin

Salazar Slytherin dijelaskan sebagai "haus kekuasaan" oleh Topi Seleksi, dan datang dari "tanah rawa". Tanah Rawa di bagian timur Inggris adalah kawasan lahan gambut di sekitar Norfolk, Lincolnshire, Cambridgeshire dan wilayah sekitarnya. Walaupun tidak disebutkan secara tepat dari mana Slytherin datang. Slytherin merupakan seorang parselmouth, ahli sihir yang mampu berbicara dengan ular. Asramanya di Hogwarts sering digambarkan dengan ular, dengan warna hijau dan perak.
Seperti Ravenclaw dan Gryffindor, Slytherin memilih dengan hati-hati pelajar yang akan memasuki asramanya. Menurut Albus Dumbledore, mutu pelajar yang disukainya adalah kepintaran, kesungguhan tekad dan keberanian untuk tidak terlalu mengindahkan peraturan, termasuk kemampuan berbicara parseltongue. Dia juga memilih pelajar yang licik, bercita-cita tinggi dan berdarah murni.
Slytherin telah terpilih sebagai "Ahli Sihir Bulanan" pada bulan Juni 2007 di situs J.K. Rowling, yang digambarkan: "Salah seorang dari empat Pendiri Hogwarts yang terkenal, Salazar Slytherin merupakan Parselmouth pertama yang dicatat, Legilimens yang ulung, dan terkenal karena kekuasaan darah murni."[5]
Pembaca diberitahu tentang Slytherin oleh Profesor Binns, pengajar Sejarah Sihir, dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia. Dia memjelaskan tentang pendirian sekolah dan perpecahan antara Slytherin dan pendiri yang lain. Sekolah itu didirikan jauh dari para Muggle karena ketika itu manusia biasa takut akan penyihir, dan menyiksa mereka. Dia kemudian menyatakan bahwa Slytherin berharap murid yang boleh masuk ke Hogwarts (ketika itu belum terbagi menjadi asrama; seperti yang dikatakan Topi Seleksi dalam Harry Potter dan Piala Api dan Harry Potter dan Orde Phoenix, Slytherin menggunakan darah murni sebagai kunci pemilihan murid dari awal berdirinya Sekolah itu) — dia menginginkan pengajaran sihir hanya untuk keluarga sihir saja. Dia percaya bahwa kelahiran Muggle tidak boleh dipercayai dan dia tidak mau mengajar murid dari kalangan Muggle.
Menurut legenda kuno, Slytherin membuat sebuah Kamar Rahasia di Hogwarts yang merupakan rumah bagi makhluk ajaib Basilisk. Basiliks merupakan ular yang diyakini oleh Slytherin mampu diatur oleh keturunannya yang dapat berbicara parselmouth. Slytherin sengaja meninggalkan ular tersebut untuk membasmi semua kelahiran Muggle di sekolah sihir Hogwarts. Ini dilakukannya selepas pertengkaran antara empat pendiri sekolah terjadi (dijelaskan oleh Topi Seleksi dalam Orde Phoenix) dan menyebabkan Slytherin pergi dari Hogwarts. Keturunan Slytherin terakhir yang diketahui, Tom Marvolo Riddle, menemukan Kamar Rahasia tersebut dan melepaskan Basilisk yang kemudian menyebabkan kematian seorang murid (Myrtle Merana). Penemuan ruangan tersebut oleh Harry Potter membuktikan adanya Kamar Rahasia tersebut.
Slytherin memiliki sebuah locket yang dihiasi huruf "S", yang menjadi warisan peninggalan yang dimiliki keturunannya yang terakhir, Keluarga Gaunts. Locket tersebut dijual kepada Caractacus Burke oleh Merope Gaunt, kemudian dibeli oleh Hepzibah Smith, dan dicuri Voldemort. Voldemort mengubah loket tersebut menjadi Horcrux lalu menyembunyikannya ke dalam gua yang pernah disinggahinya ketika ia muda. Locket tersebut kemudian dicuri oleh Regulus Black. Regulus Black, dengan bantuan peri rumah Kreacher, mengambil locket tersebut. Kemudian Kreacher diperintahkan pulang ke rumah kediaman Black di London dan menyembunyikan locket tersebut. Locket tersebut kemudian dicuri oleh Mundungus Fletcher, hingga kemudian dijual dan jatuh ke tangan seorang penyihir Kementerian Sihir yaitu Dolores Umbridge, yang kemudian mengklaim locket tersebut sebagai warisan keluarganya. Locket tersebut kemudian diambil oleh Harry Potter, dan kemudian dimusnahkan oleh Ron Weasley dengan pedang perak kepunyaan Godric Gryffindor. Tindakan ini dilakukan untuk memusnahkan jiwa Voldemort yang berada di dalam locket tersebut.
Slytherin adalah satu-satunya pendiri sekolah sihir Hogwarts yang diceritakan bentuk fisiknya. Tugunya di dalam kamar Rahasia menunjukkan seorang lelaki "sangat tua dan rupanya seperti monyet, dengan janggut panjang tipis, hampir mencapai ujung jubah ."[HP2] Marvolo Gaunt dijelaskan memiliki penampilan yang serupa.

DPI

Rabu, 17 Februari 2010

Dumbledore dan Api

Apa yang terbersit dalam benak anda jika anda disuguhi pertanyaan tentang api? Panas? Membakar? Berbahaya?

Albus Dumbledore, Kepala Sekolah Sihir Hogwarts memiliki persepsi lain tentang api. Buatnya api mungkin elemen paling berguna di dunia ini. Berikut beberapa kilasan tentang Dumbledore dan api.

Dumbledore dulunya menempati asrama Gryffindor di sekolah yang kini ia kepalai. Seperti banyak diketahui bahwa warna asrama ini adalah merah dan emas yang serupa dengan warna kobaran api. demikian juga sifat asrama ini yang identik dengan keberanian dan nyali yang tenggi seperti kobaran api yang menyala-nyala.

Dumbledore memiliki peliharaan seekor Phoenix yang kita juga tahu sangat identik dengan api. Mulai dari warna bulunya yang serupa kobaran api, serta siklus hidupnya yang akan terbakar pada akhir siklus hidupnya untuk terlahir kembali dari abunya.

Dalam ekspedisinya yang turut pula mengikutsertakan Harry Potter ke sebuah gua, Dumbledore memberi arahan pada HArry bahwa yang bisa melawan kegelapan adalah api. Sayangnya sang murid terlalu panik untuk menangkap maksud dari perkataan ini. Tapi akhirnya mereka tetap selama dari gua berkat kemampuan luar biasa sang kepala sekolah.

Prosesi pemakaman Dumbledore juga turut mengikutsertakan elemen berbahaya ini. Jenazah Dumbledore seolah terbakar sebelum akhirnya kobaran itu digantikan pusara pualam putih.

Apakah kita juga akan mendapat benefit elemen ini seperti beliau???

DPI

Teropong-Curiga

Teropong-Curiga diciptakan pada abad kedelapan belas oleh Edgar Stroulger.

1993
Ron Weasley membeli sebuah Teropong-Curiga saku diMesir pada 1993 sebagai hadiah ulang tahun ketiga belas bagi Harry Potter. Bill mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah sampah dijual untuk turis dan tidak bekerja seperti yang bersiul di meja makan malam mereka. Namun, ia tidak menyadari bahwa Fred dan George telah meletakkan kumbang dalam sup. Teropong Curiga juga bersinar ketika Ron sedang mengikatkan paket ulang tahun Harry ke Errol 's kaki, karena ia tidak seharusnya menggunakan burung hantu tua untuk perjalanan jauh.) Tahun itu juga, Harry Teropong-Curiga mulai bersiul di Hogwarts Express saat Scabbers berada di dekatnya , seperti Scabbers benar-benar Peter Pettigrew. Harry harus menjaga Teropong-Curiga dalam sepasang Paman Vernon 's kaus kaki tua untuk menjaga bersiul tenang.

1994
"Profesor Moody" memiliki Teropong-Curiga besar di kantornya di tahun keempat Harry diHogwarts. Ia harus menonaktifkannya karena itu ekstra-sensitif dan selalu bersiul di Hogwarts, karena ada terlalu banyak hal yang terjadi licik dengan mahasiswa berbaring di sekolah. Namun, karena dapat mendeteksi hingga satu mil jauhnya, itu mungkin mengambil lebih dari "barang anak-anak". Juga, itu telah diaktifkan oleh "Profesor Moody" sendiri, karena ia Barty Crouch Jr yang menyamar. Ketika Barty Crouch Jr itu Alastor Moody yang Teropong-Curiga akan turun sepanjang waktu.

1995
Beberapa Sneakoscopes (bersama dengan alat deteksi lainnya) yang hadir di Ruang persyaratan sementara Jaksa itu menggunakannya. Sayangnya mereka terbukti banyak membantu Jaksa sejak ketika Menteri akhirnya menemukan tempat mereka, tindakan-tindakan penguasa itu sangat jujur (walaupun kurang dari Jaksa menyenangkan bagi anggota yang benar-benar tertangkap).

1997
Hermione Granger memberi Harry sebuah Teropong-Curiga sebagai hadiah untuk ketujuh belas ulang tahun pada saat sarapan, sebelum perayaan kecil diadakan untuk menghormatinya.

DPI

Boggarts

Sebuah Boggart adalah bentuk-shifter yang mengambil bentuk yang dimaksudkan terburuk korban ketakutan. Itu suka bersembunyi di gelap, tempat tertutup. Karena perubahan bentuk Boggart atas penglihatan, sedikit tahu bentuk sebenarnya. Mad-Eye Moody, Dalam Harry Potter dan Orde Phoenix, Moody melihat melalui mata gaibnya, bahwa ada Boggart di meja di ruang tamu. Dalam Harry Potter dan Tawanan Azkaban, Remus Lupin mengajar murid-muridnya dalamPertahanan terhadap Ilmu Hitam mendekati Boggart dalam kelompok-kelompok dari dua atau lebih, sehingga Boggart akan mengalami kesulitan dalam memilih mana yang ingin menakut-nakuti. Penyihir umum pertahanan melawan Boggart adalah menunjukkan sebuah tongkat di Boggart dan berkata "Riddikulus" sambil memikirkan sesuatu yang sangat lucu; pesona ini tampaknya dapat digunakan untuk menghancurkan yang sudah melemah Boggart.
Karakter dan mereka Boggarts:
Harry Potter - Dementor.
Ron Weasley - sebuah acromantula.
Hermione Granger - Profesor McGonagall memberitahunya bahwa dia telah "gagal segalanya". Dia takut gagal.
Neville Longbottom - Profesor Snape.
Remus Lupin - The bulan purnama. Ia takut berubah menjadi manusia serigala.
Molly Weasley - The mayat-mayat dari orang-orang terkasih.
Parvati Patil - Sebuah noda darah, dibalut mumi. Dalam film, itu adalah raksasa ular.
Seamus Finnigan - A Banshee.
Dean Thomas - Sebuah potongan tangan berjalan dengan sendirinya.
Lord Voldemort - mayat-Nya sendiri, sebuah rasa takutnya prefigurement Kematian.
Albus Dumbledore - Mayat yang sudah mati adik perempuannya, Ariana. 

DPI

CHASER KAMI TIDAK KURANG

22 juni 1884
Ini adalah reaksi keras dari para penggemar Quidditch di seluruh inggris semalam, ketika suatu yang disebut “Stooging penalty” diumumkan oleh Department Permainan dan olahraga sihir semalam.
“Tindakan – tindakan stooging sudah semakin sering saja dilakukan” kata seorang pegawai Department yang bertampang cemas semalam. “Kami menganggap peraturan baru ini akan mencegah terjadinya cedera berat pada keeper, bukanya tiga chaser mengeroyok Keeper. Semuanya akan jauh lebih bersih dan adil.”
Setelah berkata begitu, si pegawai Department dipaksa mengundurkan diri karena kerumunan orang yang marah mulai menyerangnya dengan quaffle. Penyihir dari Department Pelaksanaan hukum sihir tiba untuk membubarkankerumunan itu, yang mengancam akan men-stooge Mentri Sihir sendiri.
Seorang anak berusia enam tahun dan berwajah bintik – bintik meninggalkan ruangan dengan bercucuran airmata.
“Aku suka Stooging,” dia berkata sambil terisak pada kami para wartawan Daily Prophet yang hadir disitu. “Aku dan Ayahku suka melihat keeper lawan dikeroyok habis, sekarang aku tidak mau lagi menonton Quidditch”

Nb: Stooging maksudnya taktik dimana dua chaser memasuki area skor, menghantam keeper ke tepi, sehingga lingkaaran gawang bebas bagi chaser ketiga.

Ini adalah artikel yang memang pernah secara nyata di terbitkan di Daily Prophet Inggris. Memang tidak pernah di tampilkan dalam novel harry potter seri manapun, namun dalam buku Quidditch dari masa ke masa (Quidditch throught ages). Mohon maaf apabila teman teman wizard pernah membaca artikel ini, namun pertimbangan saya menerbitkanya karena masih banyak wizard yang belum lahir pada abad ini. (Dan juga banyak member baru yang baru saja menapaki dunia Harry Potter dan belum membaca buku pendamping satu ini.)

Buku Quidditch Dari Masa Ke Masa

Seamus Finnigan

Seamus Finnigan adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Seamus satu angkatan dengan Harry dan berbagi kamar dengan Harry, Ron, Neville Longbottom dan Dean Thomas. Dean adalah sahabat karibnya.

Ibu Seamus adalah penyihir, dan ayahnya Muggle. Ayah Seamus tidak mengetahui bahwa istrinya penyihir sampai mereka menikah.

Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, kita mengetahui bahwa ketakutan terbesar Seamus adalah Banshee, hantu wanita yang menampakkan diri atau melolong menandakan adanya kematian dalam keluarga.

Di Harry Potter and the Goblet of Fire, Seamus dan keluarganya menonton Final Piala Quidditch dan mendukung kesebelasan Irlandia, karena ia memang berdarah Irlandia. Saat Pesta Dansa Natal, ia pergi bersama Lavender Brown.

Karena pengaruh ibunya dan Daily Prophet, Seamus tidak mempercayai Harry di tahun kelima mereka, yang menyebabkan banyak ketegangan dalam asrama, pelajaran, maupun di ruang rekreasi. Tetapi ia akhirnya berubah pikiran setelah membaca wawancara Harry dengan The Quibbler dan diajak oleh Dean Thomas ke pertemuan Laskar Dumbledore pertamanya (dan terakhir).

Di akhir buku Harry Potter and the Half-Blood Prince ia bertengkar dengan ibunya, yang ingin membawanya pulang setelah kematian Dumbledore – akhirnya ibunya setuju ia tinggal sampai pemakaman Dumbledore. Hal ini mengindikasikan bahwa Seamus sebenarnya sangat menghormati Dumbledore – lebih dari yang ia perlihatkan di awal Harry Potter and the Order of the Phoenix.

Seamus diperankan oleh Devon Murray dalam film-film Harry Potter.

DPI

Oliver Wood

Oliver Wood (diperankan oleh Sean Biggerstaff dalam film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone) adalah Kapten Tim Quidditch Gryffindor di tiga buku pertama, dan lulus dari Hogwarts di akhir Harry Potter and the Prisoner of Azkaban. Wood adalah pemain berbakat dan amat fanatik terhadap Quidditch, disebut-sebut sebagai salah satu Keeper terbaik yang pernah dimiliki Gryffindor. Wood terlahir sebagai pemimpin dan seorang kapten yang cukup keras pada anak buahnya (tidak pernah menunda latihan Quidditch biarpun hujan lebat, memaksa amggota timnya bangun di pagi buta untuk latihan, melewatkan waktu diantara jam-jam pelajaran untuk mendiskusikan taktik permainan dengan timnya) dan pernah dimarahi McGonagall gara-gara dianggap lebih mementingkan memenangkan piala daripada keselamatan Harry ketika Firebolt Harry dicurigai dikenai guna-guna dari Sirius Black di Harry Potter and the Prisoner of Azkaban. Wood mengatakan bahwa ia tidak peduli kalau sapu itu menjungkalkan Harry asalkan Harry sudah mendapatkan Snitchnya.

Musuh besarnya adalah Marcus Flint, Kapten Slytherin. Mereka terlihat berusaha untuk saling meremukkan tangan ketika berjabat tangan sebelum pertandingan.

Semasa sekolah, impian terbesar Wood adalah memenangkan Piala Quidditch Antar-Asrama untuk Gryffindor sebelum lulus. Beberapa kali ia belum beruntung. Sejak ditinggal Charlie Weasley, Gryffindor belum lagi memenangkan Piala. Setelah Harry masuk tim, Wood sangat berharap ia dapat merebut Piala tersebut. Namun di tahun pertama Harry tidak dapat mengikuti pertandingan final karena terluka, di tahun kedua pertandingan dibatalkan karena adanya serangan-serangan di sekolah. Barulah dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Wood berhasil mengantarkan timnya menjuarai Piala Quidditch. Perasaan Wood tak terkatakan bahagianya.

Wood tampil sekilas dalam Harry Potter and the Goblet of Fire; Harry, Ron dan Hermione berjumpa dengannya di Perkemahan Piala Dunia Quidditch. Setelah dengan bersemangat memperkenalkan Harry pada orangtuanya, Wood mengatakan pada Harry bahwa dia menjadi pemain cadangan Puddlemere United, tim Quidditch tertua di Inggris dan Irlandia.

Setelah lulus, posisi Wood sebagai Kapten Gryffindor digantikan oleh Angelina Johnson dan tahun berikutnya oleh Harry Potter. Sekarang, ia berkerja di Puddlemere United, salah satu tim Quidditch terbaik di Inggris.

Meski Wood tidak muncul lagi setelah buku keempat, tapi beberapa kali Fred dan George Weasley menyebutkannya, membuat lelucon tentang obsesi Wood terhadap Quidditch.

Kamis, 11 Februari 2010

Jason Isaacs Ragukan 'HARRY POTTER'

Kapanlagi.com - Jason Isaacs mengakui bahwa dirinya hampir saja memutuskan untuk berhenti dari perannya sebagai Lucius Malfoy di dalam film-film HARRY POTTER. Aktor tersebut menyatakan bahwa dia merasa kecewa karena karakter yang dimainkannya itu dipenjara dan dihilangkan dari buku Harry Potter.
Dia kembali memikirkan keputusannya tersebut setelah penulis Potter, JK Rowling, berjanji bahwa Malfoy akan memainkan peran yang cukup besar dalam novel terakhir Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows.
"Ada suatu saat di mana aku tidak yakin aku akan meneruskannya karena tidak banyak yang harus kulakukan di film kelima dan aku bahkan tidak ada di film keenam," kata Isaac pada Comingsoon.net.
"Aku bertemu dengan Jo Rowling untuk pertama kalinya saat makan malam sebuah penghargaan besar. Aku menghampirinya dan berlutut padanya sambil berkata, 'Keluarkan aku dari penjara, aku mohon padamu'. Dia memandang jauh ke samping dan kemudian memandangku sambil berkata, 'Kau akan keluar, di Bab Satu'."
"Dan begitulah, hanya itu yang aku tahu, dan aku segera menandatangani kontraknya."

Hogwart

Hogwarts dikisahkan sebagai salah satu sekolah sihir terbaik dunia yang berada di Inggris. Sekolah ini berfungsi melatih anak-anak yang berumur mulai 11 hingga 18 tahun yang memiliki kemampuan sihir untuk menjadi para penyihir yang berkualitas.

Hogwarts didirikan oleh empat penyihir hebat bernama Godric Griffindor, Salazar Slytherin, Rowena Ravenclaw, dan Helga Hufflepuff pada sekitar tahun 1000 M. Nama-nama mereka kemudian dijadikan sebagai nama asrama murid-murid Hogwarts yang memiliki kepribadian yang sesuai dengan keempat pendiri tersebut. Hogwarts memiliki semboyan "draco dormiens nunquam titillandus" yang berarti "jangan membangunkan naga tidur"

Lokasi Hogwarts sangat dirahasiakan oleh dunia sihir, khususnya terhadap komunitas Muggle (komunitas non-sihir, yaitu orang-orang yang tidak memiliki kemampuan sihir). Rowling menyatakan bahwa Hogwarts terletak di daerah bergunung-gunung dan di salah satu daerah terpencil di Skotlandia, Inggris, di dekat sebuah desa bernama Hogsmeade.[1]

Hogwarts juga dilindungi dengan banyak sihir oleh setiap kepala sekolah yang sedang menjabat untuk melindungi baik dari komunitas muggle maupun komunitas penyihir. Untuk menyembunyikan keberadaan Hogwarts dari komunitas Muggle, bangunan Hogwarts diperlihatkan sebagai rumah tua yang tidak berpenghuni. Terhadap penyihir, Hogwarts dilindungi dari "penyihir-yang-tidak-diundang". Bahkan penyihir terbaik pun tidak bisa mempergunakan ilmu "apparate" dan "disapparate" (secara sihir menghilang dari satu tempat dan langsung muncul kembali di tempat lain) untuk datang ke dan pergi dari Hogwarts. Walaupun demikian, dalam beberapa bagian dari serial ini, ada celah-celah tertentu yang tanpa sadar tidak terlindungi oleh kepala sekolah, sehingga akhirnya dapat juga dimasuki oleh pihak-pihak lawan.

Di setiap akhir tahun ajaran, murid-murid Hogwarts wajib mengikuti ujian-ujian sesuai dengan pelajaran yang diambilnya. Namun ada ujian khusus yang perlu diambil di tahun kelima dan ketujuh. Di akhir tahun kelima, mereka wajib mengambil ujian O.W.L (Ordinary Wizarding Levels). Sedangkan di akhir tahun ketujuh, mereka akan mengikuti ujian N.E.W.T (Nastily Exhausting Wizarding Tests).

Hogwarts memiliki 4 asrama yang diberi nama sesuai dengan keempat pendiri Hogwarts, dimana sebelum diterima di sekolah ini, para murid akan diseleksi menggunakan topi seleksi, di asrama mana mereka akan ditempatkan. Masing-masing asrama memiliki ciri masing-masing, baik dari warna maupun sifat dari anggota asrama tersebut. Asrama-asrama tersebut adalah Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw dan Slytherin.
Slogan Hogwarts adalah draco dormiens nunquam titillandus (bahasa Latin) yang secara harafiah berarti "seekor naga tidur jangan digelitiki/dipermainkan" atau di Indonesia lebih sering diterjemahkan sebagai "jangan mengganggu naga yang sedang tidur".

Staf dan pengajar
• Profesor Albus Dumbledore
Kepala Sekolah Sihir Hogwarts. Sebelumnya menjabat sebagai guru Transfigurasi saat Tom Marvolo Riddle (Lord Voldemort) masih bersekolah di Hogwarts. Ia memiliki seekor burung phoenix bernama Fawkes dan dahulu, Dumbledore-lah yang menitipkan Harry pada keluarga Dursley. Di akhir buku ke-enam, Dumbledore dibunuh oleh Severus Snape dengan mantra Avada Kedavra.
• Profesor Minerva McGonagall
Wakil kepala sekolah yang mengepalai Asrama Gryffindor. Guru Transfigurasi pada masa Harry bersekolah. Ia dikenal mempunyai karakter bijak, tegas, dan adil. Belakangan, ia menjadi kepala sekolah setelah Dumbledore terbunuh.
• Profesor Filius Flitwick
Guru Jimat dan Guna-guna (en: Charms, selanjutnya diterjemahkan sebagai Mantra). Perawakannya cebol--kemungkinan keturunan goblin--dan bersuara nyaring. Mengepalai Asrama Ravenclaw.
• Profesor Pomona Sprout
Guru Herbologi yang mengepalai Asrama Hufflepuff. Ia selalu berpenampilan kusut, berantakan dan pakaian yang dikenakannya biasanya terdapat noda tanah atau lumpur.
• Profesor Severus Snape
Guru ramuan yang sejak kedatangan Harry sudah membencinya seperti dulu Snape membenci ayahnya (James Potter). Ia memiliki kepercayaan penuh Dumbledore walaupun ia adalah bekas Pelahap Maut namun belakangan diketahui ia adalah agen ganda dan kemudian membunuh Dumbledore (di Pangeran Berdarah=Campuran). Pada buku ketujuh kemudian diketahui bahwa ia membunuh Dumbledore atas permintaan Dumbledore sendiri, dan Snape pernah beberapa kali menyelamatkan Harry Potter, dan Snape dibunuh oleh Voldemort. Dulu saat ia masih menjadi murid Hogwarts, ia adalah musuh bebuyutan James Potter dan kelompoknya, tapi ia juga pernah diselamatkan oleh James Potter saat ia menyusup ke pondok menjerit untuk mengintip Lupin yang sedang bertransformasi menjadi manusia serigala.
• Profesor Binns
Guru Sejarah Sihir, satu-satunya guru berwujud hantu. Diceritakan bahwa dulunya dia meninggal ketika duduk di depan perapian dan tak pernah sadar bahwa dirinya sudah mati meskipun sudah menjadi hantu. Binns mengajar dengan cara yang monoton sehingga kebanyakan murid tertidur di kelasnya.
• Profesor Sibyll Patricia Trelawney
Guru Ramalan. Cara bicaranya dramatis dan suka sekali meramalkan kematian murid-muridnya (salah satunya adalah Harry). Dia adalah peramal yang dahulu pernah menyampaikan ramalan tentang Voldemort dan Harry kepada Dumbledore.
• Profesor Anna Vector
Guru Arithmancy.
• Profesor Sinistra
Guru Astronomi.
• Profesor Quirrell
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun pertama Harry. Ia adalah remaja yang canggung dan cara bicaranya terbata-bata. Ia merupakan orang yang berhasil dipengaruhi Voldemort untuk menjadi induk semangnya. Tubuhnya hancur di ruangan Batu Bertuah.
• Profesor Gilderoy Lockhart
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di tahun kedua Harry. Ia adalah seseorang yang sangat sombong namun terkenal dan memiliki banyak penggemar. Buku-buku yang berisi petualangannya melawan sihir hitam semuanya adalah bohong. Ia hanya mendengar pengakuan atau cerita dari orang-orang yang melakukan hal tersebut lalu menjadikannya buku, dengan tokoh utama (yang melawan sihir hitam) adalah ia sendiri. Satu-satunya mantra yang dikuasainya dengan baik yaitu Jampi Memori. Tapi saat ia akan menyerang Harry Potter dengan jampi memori-nya, mantra itu malah mengenai dirinya (karena tongkat yang ia gunakan adalah tongkat Ron Weasley yang direkatkan dengan selotip) di Kamar Rahasia
• Profesor Remus John Lupin
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di tahun ketiga Harry. Ia adalah seorang manusia serigala (digigit oleh manusia serigala bernama Fenrir Greyback saat masih kecil). Salah satu sahabat dekat James Potter, ayah Harry. Ia mengundurkan diri dari Hogwarts pada akhir tahun ajaran karena identitasnya sebagai manusia serigala terbongkar.
• Profesor Alastor "Mad-Eye" Moody palsu
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun keempat Harry. Sebenarnya adalah Barty Crouch Jr. yang menyamar dengan Ramuan Polijus. Dialah guru yang memasukkan nama Harry ke dalam Piala Api dan memberi petunjuk padanya sepanjang tugas-tugas Turnamen Triwizard.
• Profesor Dolores Jane Umbridge
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun kelima Harry. Merupakan karyawati Kementerian Sihir dengan jabatan Asisten Senior Menteri. Setelah masuk Hogwarts, dia diangkat oleh Menteri Sihir [Cornelius Fudge] sebagai Inkuisitor Agung Hogwarts yang berhak membuat peraturan dan dekrit, dan pada akhirnya, menjadi Kepala Sekolah Hogwarts. Perawakannya digambarkan seperti kodok besar dengan mata berkantung. Karakternya sangat jahat, lebih jahat dibandingkan dengan Snape. Pada akhirnya dia keluar dari Hogwarts karena stress(?) setelah dihadapkan dengan sekawanan centaurus.
• Profesor Horace Slughorn
Guru Ramuan pada tahun keenam Harry. Merupakan salah satu sahabat lama Dumbledore yang dulunya merupakan murid Slytherin. Meskipun begitu, sikapnya menyenangkan dan suka berpesta. Ia adalah guru yang membeda-bedakan murid yang satu dengan yang lain. Ia sering tidak menganggap kehadiran Ronald Weasley. Prof. Slughorn adalah orang yang suka damai. Anak-anak yang dipandangnya memiliki kelebihan akan diundang ke pesta pribadinya dan langsung dijadikan anggota The Slug Club.
• Argus Filch
Pengurus Hogwarts yang dianggap menyebalkan oleh para murid karena menyukai segala kesempatan yang memungkinkannya menghukum mereka. Selalu berpakaian kumal dan compang-camping. Mempunyai seekor kucing bernama Mrs. Norris. Filch adalah seorang Squib (penyihir yang tidak bisa mengeluarkan kemampuan sihirnya).
• Rubeus Hagrid
Keturunan raksasa yang menjadi pemegang kunci dan pengurus halaman Hogwarts. Merupakan sahabat baik Harry, Ron, dan Hermione. Mempunyai kecintaan berlebihan pada hewan-hewan berbahaya. Tinggal di sebuah gubuk di depan Kastil Hogwarts dan memiliki anjing peliharaan bernama Fangs. Dia adalah orang yang menjemput Harry dari kediaman keluarga Dursley dan membawanya ke Stasiun King's Cross untuk selanjutnya pergi ke Hogwarts untuk pertama kalinya. Hagrid kemudian diangkat menjadi guru Pemeliharaan Satwa Gaib menggantikan Profesor Kettleburn. Di tahun ketiganya menjadi murid Hogwarts, ia dikeluarkan dengan tuduhan melepaskan monster Basilisk, tapi ia tetap diijinkan tinggal di Hogwarts sebagai pengawas binatang liar.
• Profesor Kettleburn
Mantan guru Pemeliharaan Satwa Gaib.
• Madam Pince
Pustakawati perpustakaan Hogwarts. Galak dan amat taat pada peraturan.
• Madam Poppy Pomfrey
Penyembuh (kalangan penyihir tidak mempergunakan istilah "dokter" melainkan "penyembuh" dan mengartikan istilah "dokter" sebagai "orang yang suka memotong-motong orang") di rumah sakit Hogwarts.
• Madam Hooch
Guru pelajaran terbang yang khusus mengajari murid-murid terbang dengan sapu terbang di tahun pertama, juga merupakan wasit tetap pertandingan Quidditch antar-asrama di Hogwarts.
• Firenze
Seekor centaurus penghuni Hutan Terlarang yang untuk sementara menggantikan Profesor Trelawney sebagai guru Ramalan pada tahun kelima Harry.

DPI

POMONA SPROUT

Pomona Sprout (lahir 15 Mei), lebih dikenal sebagai Profesor Sprout, adalah salah satu tokoh fiksi dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Ia mengajar Herbologi dan menjadi Kepala Asrama Hufflepuff di Sekolah Sihir Hogwarts. Profesor Sprout digambarkan sebagai seorang penyihir gemuk pendek dengan rambut berwarna abu-abu, dan biasa mengenakan topi berjumbai yang bertambal-tambal dengan jubah lusuh. Pakaiannya biasa terlihat dikotori tanah dikarenakan pekerjaannya memelihara tanaman-tenaman di rumah-rumah kaca Hogwarts. Di rumah-rumah kaca ini juga ia mengajar kelas Herbologi. Sprout adalah tokoh berwatak riang dan tegas tapi adil kepada murid-muridnya, tidak mempedulikan praduga akan kemurnian darah maupun asal asrama. Sepanjang seri Harry Potter, Sprout dikisahkan memiliki pengetahuan yang luas mengenai tanaman-tanaman ajaib.

Profesor Sprout diperankan oleh Miriam Margolyes, aktris Inggris Raya, dalam film Harry Potter and the Chamber of Secrets, satu-satunya film yang memunculkan karakter Profesor Sprout hingga film keenam yang telah dirilis saat ini.

DPI

Lynx, Si Anggun yang Meyelamatkan

Lynx adalah salah satu dari empat jenis kucing liar besar. Lynx mempunyai ekor pendek, dan biasanya dengan sejumput bulu hitam pada ujung telinganya. Mereka memiliki lingkaran di bawah lehernya yang memiliki garis-garis hitam (tak begitu terlihat) dan kelihatan seperti dasi kupu-kupu. Mereka mempunyai cakar yang besar dengan lapisan tebal untuk berjalan di salju, serta kumis yang panjang di mukanya. Warna tubuhnya berbeda-beda dari coklat muda hingga abu-abu, dan biasanya ditandai dengan bintik-bintik coklat tua, khususnya pada keempat kakinya.

Lynx mempunyai pendengaran yang sangat baik, juga mempunyai 28 gigi yangrahangnya bisa menjepit dan menusuk hingga sangat dalam. Hal ini sangat membantu karena Lynx tidak terlalu ahli berburu.

Kingsley Shacklebolt memiliki patronus berbentuk Lynx. Patronus ini ia gunakan untuk memperingatkan orang-orang dalam pesta pernikahan Bill dan Fleur bahwa kementrian telah jatuh, Rufus Scrimgeor mati dan para Pelahap Maut akan datang. berkat Lynx perak yang datang tepat waktu itu semua orang selamat meski pesta yang seharusnya meriah menjadi porak poranda karena keikutsertaan Pelahap Maut.

DPI

Asrama Di Hogwarts

Asrama Hogwarts adalah asrama yang digunakan para murid di sekolah sihir Hogwarts sebagai tempat tinggal selama belajar di Hogwarts, pembagian asrama ini berdasarkan seleksi yang dilakukan oleh topi seleksi. Di seri Harry Potter, Sekolah Sihir Hogwarts terbagi menjadi empat asrama, masing-masing menggunakan nama keluarga pendirinya Godric Gryffindor, Salazar Slytherin, Rowena Ravenclaw dan Helga Hufflepuff. Asrama-asrama tersebut saling bersaing selama mereka bersekolah, dengan menambah atau mengurangi angka dari berbagai peristiwa, untuk memperoleh Piala Asrama. Masing-masing memiliki tim Quidditch tersendiri yang bersaing dalam memperebutkan Piala Quidditch. Kompetisi yang paling sering terjadi antara Asrama Gryffindor dan Slytherin. Asrama di Hogwarts merupakan tempat tinggal dan belajar untuk setiap muridnya.

Gryffindor

Asrama Gryffindor adalah salah satu nama asrama fiktif di serial Harry Potter karya J. K. Rowling. Asrama Gryffindor berada di Sekolah Sihir Hogwarts. Nama itu diambil dari salah satu pendiri sekolah tersebut, Godric Gryffindor. Ia adalah salah satu penyihir terbesar di masanya. Gryffindor hidup kira-kira seribu tahun yang lalu bersama Rowena Ravenclaw, Helga Hufflepuff, dan Salazar Slytherin. Peninggalan Gryffindor yang ada saat ini adalah topi seleksi yang dulu adalah miliknya dan pedang bertahtakan permata dan diukir dengan namanya yang sekarang disimpan di kantor Profesor Albus Dumbledore.
Murid-murid yang tinggal di asrama Gryffindor digambarkan sebagai orang-orang yang gagah berani. Banyak Auror adalah alumni Gryffindor. Selain Harry Potter sendiri, teman-teman baiknya juga bertempat tinggal di Gryffindor. Teman-teman sekamar Harry Potter di Gryffindor antara lain: Ron Weasley, Seamus Finnigan, Neville Longbottom, dan Dean Thomas. Teman baik Harry, Hermione Granger, serta kekasihnya, Ginny Weasley, juga bertempat tinggal di Gryffindor. Saudara Ron yang lain juga dulunya tinggal di Gryffindor.
Ron Weasley dan Hermione Granger terpilih sebagagi prefek Gryffindor di tahun ke-5 mereka.
Tim Quidditch Gryffindor baru memenangkan beberapa kejuaraan di tahun ke-3 Harry Potter bersekolah di Hogwarts. Anggota tim Gryffindor antara lain: Oliver Wood (sudah lulus), Angelina Johnson, Alicia Spinnet, Katie Bell, Fred dan George Weasley, Cormac McLaggen, Ron Weasley dan Harry Potter sendiri.

Hufflepuf

Hufflepuff, didirikan oleh Helga Hufflepuff, menilai kerja keras, kesetiaan, toleransi dan keadilan di atas semuanya. Binatang identitas asrama adalah badger dan kenari dengan kuning dan hitam sebagai warna kebanggannya. The Fat Friar adalah hantu penjaga asrama. Menurut Rowling, Hufflepuff berkesuaian dengan elemen tanah, dimana asrama tempat tinggal mereka berlokasi di suatu tempat di ruangan bawah tanah, pintu masuknya dapat ditemukan melalui lukisan yang berada di sekitar dapur. Sandi harus diberikan ketika akan masuk. Ruang bersama Hufflepuff dipenuhi warna kuning dan kursi malas dan memiliki terowongan bawah tanah yang tembus ke asrama, dimana semuanya memiliki pintu lingkarang sempurna, seperti ujung tong[1]. Sangat sedikit anggota Hufflepuff yang disebutkan secara spesifik, dan secara umum, mereka tidak banyak terlihat dalam seri Harry Potter. Kepala asrama saat ini adalah Pomona Sprout.

Ravenclaw

Ravenclaw menghargai kecerdasan, kreativitas, akal dan kebijaksanaan. "Wit beyond measure is man's greatest treasure" adalah kutipan yang sering diulang oleh Ravenclaw. Binatang identitasnya adalah elang, dan menggunakan warna biru dan perunggu (walaupun di film digunakan warna biru dan perak). Hantu asrama adalah Grey Lady, yang diungkapkan di Harry Potter dan Relikui Kematian sebagai Helena Ravenclaw, putri dari pendiri Hogwarts Rowena Ravenclaw. Menurut Rowling, Ravenclaw berhubungan dengan elemen udara. Rowena Ravenclaw juga merupakan pemilik dari mahkota, yang kemudian dibuktikan sebagai sebuah horcrux pada buku ketujuh ini.
Ruang bersama dan asrama Ravenclaw berada di Menara Ravenclaw di bagian barat sekolah. Beberapa murid Ravenclaw disebutkan secara spesifik di buku Harry Potter. Ruang bersama berbentuk lingkaran, seperti halnya Gryffindor, dan memiliki langit-langit kubah yang dilukiskan bintang-bintang. Juga terdapat terdapat patung dada dari Rowena Ravenclaw memakai mahkotanya. Untuk masuk ke dalam ruang bersama Ravenclaw, teka-teki logis harus diselesaikan. Hal ini sangat kontras dengan Ruang bersama Gryffindor, Hufflepuff dan Slytherin, yang menggunakan sandi untuk masuk.
Kepala asrama saat ini adalah Filius Flitwick.

Syletrin

Seperti pendirinya, Salazar Slytherin, asrama Slytherin menghargai ambisi, kecerdikan (licik), daya akal yang panjang dan keturunan darah murni. Buku juga menyatakan haus kekuasaan adalah karakteristik dari Slytherin. Binatang yang melambangkan Slytherin adalah ular, dan menggunakan warna hijau dan perak sebagai warna identitas. Bloody Baron adalah hantu penjaga asrama. Menurut Rowling, Slytherin berhubungan dengan elemen air. Asrama dan ruang bersama dapat dicapai melalui sebuah dinding batu di dalam ruang bawah tanah. Ruang bersama Slytherin berbentuk panjang, rendah, berada di bawah danau Hogwarts dan dilengkapi dengan lampu hijau dan kursi.
Topi Seleksi mengklaim bahwa kemurnian darah adalah faktor dalam menyeleksi Slytherin, walaupun hal ini tidak disebutkan sampai buku kelima.
Sampai akhir buku Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, kepala asrama adalah Profesor Severus Snape. Setelah Profesor Snape melarikan diri dengan Pelahap Maut, Profesor Horace Slughorn mengisi posisinya. Slughorn merupakan kepala asrama Slytherin untuk beberapa lama sebelum pensiun dan kembali ke Hogwarts pada tahun ke-6 Harry Potter. Setelah kekalahan terakhir Lord Voldemort, Slytherin tidak lagi mengunggulkan kemurnian darah, tidak lagi mempertahankan kemurnian darah. Walaupun begitu, reputasi gelapnya masih hidup.

DPI

Argus Filch

Argus Filch adalah tokoh fiksi penjaga sekolah Hogwarts dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Walaupun ia bukan merupakan karakter yang jahat, ia adalah seorang yang berwatak cepat marah dan keras, sehingga ia sangat tidak populer di kalangan murid-murid. Filch adalah seorang penjaga sangat mengekang, seperti larangan berada di luar asrama pada malam hari, yang membuat ketidaknyamanan bagi para murid. Tidak ada yang seperti Filch dalam pengetahuan mengenai jalan-jalan rahasia dan pintas di puri Hogwarts. Mungkin yang dapat melebihinya hanyalah James Potter dan kawan-kawannya (para 'Perampok') dan Fred dan George Weasley. Filch adalah musuh bebuyutan Peeves si hantu jail dan mereka-mereka yang berlaku ganjil.
Filch sering memanggil kucing peliharaannya, Mrs Norris, dengan "manisku". Sementara bagi kebanyakan murid, "ambisi terbesar adalah untuk menendang kucing itu". Jika Mrs Norris mendapati seorang murid melanggar peraturan, Filch akan segera tiba beberapa saat kemudian. Mrs Norris juga diketahui sering mengikuti Hagrid ke mana-mana di sekolah, nyata-nyata atas suruhan Filch - hal yang menunjukkan hubungan yang luar biasa antara si kucing dan pemiliknya.
Nama "Argus" berasal dari mitologi Yunani, yakni nama seorang raksasa dengan seratus mata yang melayani dewi Hera sebagai penjaga (hampir seperti tugas Filch berpatroli di gang-gang di Hogwarts). Beberapa versi mitologi ini, Argus digambarkan hanya memiliki empat mata, bukan seratus, hampir seperti Mrs Norris yang sepertinya memiliki hubungan fisik dengan Filch, seakan-akan mereka berbagi dua pasang mata. Nama belakang "Filch" adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti "mencuri (secara kecil-kecilan)". Nama kucingnya, "Mrs Norris" berasal dari novel karya Jane Austen Mansfield Park[1]. Dalam karya Austen, Mrs Norris adalah seorang karakter yang suka ikut campur, yang membuat hidup tokoh utamanya, Fanny Price, menjadi susah (walaupun tokoh Bibi Norris di novel Austen lebih mirip dengan Petunia Dursley ketimbang kucing Filch).
Filch diperankan oleh David Bradley dalam seri film-film Harry Potter. Dalam film keempat, ia berperan sebagai sekedar peranan penggembira, ditampilkan berlari dengan cara yang menggelikan, menari dengan Mrs Norris, dan meledakkan meriam yang mengumumkan tugas-tugas Turnamen Triwizard terlalu cepat.

Selama bertahun-tahun Filch telah berusaha untuk menghidupkan kembali hukuman-hukuman kuno, di antaranya, murid dapat dihukum digantung pada ibu jari mereka di ruangan bawah tanah selama berhari-hari, hukuman cambuk, dan lain-lain. Pada buku kelima, ketika Dolores Umbridge mengambil alih kepemimpinan Hogwarts, Filch hampir mendapatkan keinginannya itu melalui Dekrit Pendidikan Nomor Dua Puluh Sembilan. Filch menjuluki Umbridge sebagai "yang terbaik yang pernah ada di Hogwarts," dan menjadi satu-satunya staf Hogwarts yang berada di sisi Umbridge. Ketika Fred dan George Weasley melepaskan kembang api buatan mereka sendiri, "Kebyar Kembang Api Weasley (Weasleys' Wildfire Whiz-bangs), ke seluruh koridor sekolah, hanya Filch saja yang satu-satunya menemani Umbridge untuk berusaha menghentikan kembang api-kembang api itu.
Filch terungkap sebagai seorang Squib di Harry Potter dan Kamar Rahasia ketika Harry secara tidak sengaja mendapati Filch sedang mempelajari sihir dasar dari sebuah kursus sihir. Ketidakmampuannya melakukan sihir di tengah-tengah tugasnya di antara para murid yang mempelajari sihir tampaknya menyebabkan kegetirannya. Meski demikian, Filch dapat mempergunakan alat-alat yang memiliki kekuatan sihir (seperti Sensor Rahasia dalam Buku 6).
Hubungan antara Filch dan Madam Pince, penjaga perpustakaan, telah diisyaratkan dalam akhir buku Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran.

DPI

Meninggalkan Rumah Dursley

Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.
Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.
Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak sihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada penutup" (bahasa Inggris: "I open at the close"). Walaupun ketiganya belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan [horcrux-horcrux] Voldemort.

DPI

Hogwarts Menginspirasi

Bukan rahasia lagi jika Harry Potter beserta sekolah sihirnya yang hebat telah menyihir banyak kepala di seluruh belahan dunia. Mulai dari pelajaran, olah raga Quidditch, mantra-mantra beserta berbagai komponen menarik lainnya yang berhasil di ciptakan oleh penulis berbakat dan berimajinasi tinggi, J.K Rowling. Dan yang lebih hebatnya lagi, negeri sihir buatan Rowling ini, berhasil meng-inspirasi banyak kalangan dalam berbagai hal. Salah satunya adalah sekolah sihir Hogwarts.


Hogwarts, di kenal sebagai sekolah sihir elit Inggris, dimana kebanyakan dari penyihir hebat melalui waktu belajarnya di sekolah bergengsi tersebut. Mungkin hal inilah yang mendasari Pradip Chandra Sorcar, seorang ilusionis asal India, akan gagasannya untuk membuat sekolah sihir di Bollywood.


Rencananya, pria 61 tahun ini akan mendirikan sekolah sihirnya di Kolkata (dulu Kalkuta) ibu kota negara bagian Bengal Barat. Tidak hanya sekedar merencanakannya, ilusionis tersohor India itu, mulai melakukan langkah pertamanya dengan merangkul universitas negeri Rabindra Bharati. Tapi, jika hal ini tidak berhasil, ia mengaku akan mendirikan universitas sihirnya sendiri.


Tidak hanya itu saja. Ilusionis ini juga menyatakan bahwa akan membagi pendidikan sihirnya ini ke dalam dua tingkatan, yakni tingkat pemula dan lanjutan.
“selama ini masyarakat India telah salah memahami sihir (sulap). Mereka pikir, seekor kelinci benar-benar keluar dari dalam topi. Saya ingin membuktikan, bahwa itu salah. Sihir (sulap) adalah seni yang dapat di pelajari.”tandasnya.

DPI

Peri Rumah

Peri Rumah adalah makhluk gaib fiksi dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Peri Rumah memiliki bentuk seperti manusia kecil –walaupun jelas terlihat berbeda dari manusia– yang menghabiskan hidup mereka untuk melayani sebuah keluarga, institusi, dan lain-lain. Kecuali mereka dibebaskan, keturunan mereka akan melanjutkan tugas-tugas mereka. Berbeda dengan seorang budak, Peri Rumah betul-betul bahagia dalam perbudakan mereka dan hampir seluruhnya beranggapan bahwa bila mereka sampai dibebaskan, itu adalah kenistaan besar. Ras ini tidak memiliki kebudayaan sendiri dan keberadaan mereka hanya untuk melayani. Memiliki Peri Rumah merupakan simbol status dari seseorang atau suatu keluarga, sementara sikap pengabdian yang sedemikian dalam menyebabkan Peri Rumah dianggap sebagai warga kelas dua di dunia sihir.

- Karakteristik

Peri Rumah memiliki tubuh yang kecil (hanya sekitar 60-90cm tingginya), dengan tangan-kaki yang panjang lurus, serta kepala dan mata yang terlalu besar. Mereka biasa menyebut diri sendirinya dengan kata ganti orang ketiga dan berbicara seperti anak kecil. Nama-nama mereka biasanya mirip seperti nama binatang peliharaan (Dobby, Winky, Hokey); dan tampaknya tidak memiliki nama keluarga.
Seorang Peri Rumah terikat pada rumah keluarga tertentu; namun belum terlalu jelas apakah mereka memilih untuk mendiami suatu rumah dan melayani orang-orang yang tinggal di dalamnya, atau apakah mereka terikat dengan suatu cara kepada suatu keluarga. Ron Weasley berkomentar bahwa ia berharap agar keluarganya cukup kaya untuk dapat memiliki seorang Peri Rumah, sehingga secara tersirat kemungkinan bahwa Peri Rumah adalah satu paket dengan suatu rumah (analoginya dalam dunia non-sihir mungkin seperti perabot rumah yang sudah ikut diberikan bersama dengan rumah yang dibeli). Pada awal kisah Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran juga memperkuat hal ini. Harry melakukan tes apakah ia benar-benar pemilik yang sah dari Grimmauld Place dengan cara melihat apakah si Peri Rumah, Kreacher akan menuruti perintahnya. Tes ini berhasil dan memperlihatkan bahwa Peri Rumah memang terikat kepada rumah yang dilayaninya. Namun demikian, dalam Harry Potter dan Piala Api, seorang Peri Rumah yang telah dibebaskan mencari keluarga yang baik, sehingga mengisyaratkan bahwa Peri Rumah itu terikat kepada suatu keluarga, bukan kepada rumahnya. Memang bergenerasi-generasi Peri Rumah dikisahkan melayani suatu keluarga, tetapi hal ini mungkin dikarenakan generasi demi generasi keluarga tersebut juga tinggal di rumah yang sama.
Peri Rumah hidup dalam situasi yang menyedihkan. Mereka gigih, bersifat patuh secara alami, dan sering digertak, dicaci maki, bahkan disiksa. Keluarga-keluarga penyihir hitam tampaknya memiliki kebiasaan mengasari dan menganiaya Peri Rumah mereka. Keluarga Malfoy memaksa Peri Rumah mereka, Dobby, untuk menjepit telinganya sendiri di oven atau menyetrika tangannya jika ia tidak mematuhi perintah mereka. Keluarga Black memenggal kepala Peri Rumah mereka bila sudah tua dan memajangnya di dinding rumah mereka.
Peri Rumah memakai pakaian seperti sarung bantal dan serbet teh, karena mereka tidak diizinkan memiliki pakaian. Jika pemilik Peri Rumah memberikan pakaian apa saja kepada mereka, Peri Rumah itu akan bebas untuk meninggalkan keluarga yang dilayaninya selamanya. Pada akhir kisah Harry Potter dan Kamar Rahasia, Harry memperdaya Lucius Malfoy untuk membebaskan Dobby.
Kebanyakan Peri Rumah akan merasa sangat hancur jika diberikan pakaian, karena itu berarti bahwa mereka telah gagal untuk melayani pemilik mereka (Peri Rumah keluarga Crouch, Winky, menjadi depresi dan terjebak dengan minuman beralkohol pada akhirnya). Namun demikian, beberapa lainnya (seperti Dobby), menikmati kebebasan mereka. (Sekalipun menikmati kebebasan itu, Dobby tetap tidak menginginkan dibayar terlalu banyak. Dobby mengatakan bahwa ia menolak tawaran Albus Dumbledore yang hendak memberinya gaji 10 Galleon per minggu dan libur seminggu sekali. Dobby hanya meminta 1 Galleon per minggu dan libur hanya sehari dalam sebulan. Ia tampaknya lebih bangga untuk tidak memilih tawaran yang lebih murah hati dari Dumbledore itu.)
Peri Rumah terikat kepada rumah dan keluarga mereka oleh ikatan sihir yang sangat kuat. Mereka harus mentaati perintah pemilik rumah, apa pun perasaan pribadi mereka akan si pemiliki itu. Namun demikian, dengan menelisik perintah pemilik mereka kata demi kata, mereka dapat bebas bertindak melalui celah yang mungkin ada dalam perintah itu. Kreacher mempergunakan trik ini untuk mengkhianati pemiliknya, Sirius Black, dan Dobby melakukannya untuk memperingatkan Harry Potter akan rencana jahat Lucius Malfoy atasnya. Dobby kemudian masih terikat dengan keharusan menghukum dirinya sendiri dengan menyedihkan.
Peri Rumah memiliki kekuatan sihir mereka sendiri, yang berbeda dengan yang dimiliki oleh para penyihir. Kekuatan sihir ini dipergunakan untuk melayani pemilik mereka. Kekuatan sihir Peri Rumah di antaranya adalah sihir untuk bepergian (mirip dengan Apparation—tetapi Peri Rumah dapat melakukannya di dalam Hogwarts sementara Apparition tidak). Rowling telah mengkonfirmasi mengenai hal ini.
Berbeda dengan manusia, Peri Rumah menjadi mabuk dengan meminum Butterbeer; padahal untuk anak-anak sekalipun, minuman itu hanya memiliki efek tidak lebih dari 'menghangatkan badan'.


- Peri Rumah dalam seri Harry Potter, diantaranya:

1. Dobby
Dobby adalah Peri Rumah milik Lucius Malfoy yang berusaha untuk membantu Harry terhadap rencana jahat Malfoy. Setelah memperingatkan Harry, Dobby menghukum dirinya sendiri dengan hebat sehingga kedua tangannya harus dibalut. Ia kemudian dibebaskan oleh Harry dengan mempergunakan kaos kakinya.

2. Kreacher
Peri Rumah yang dimiliki Keluarga Black yang dipengaruhi oleh nyonya rumah pemiliknya, ibu Sirius Black, yang memandang tinggi kemurnian darah. Kreacher akhirnya menjadi milik Harry, yang kemudian menyuruhnya bekerja di Hogwarts.

3. Winky
Winky dahulu adalah Peri Rumah milik Keluarga Crouch. Tidak seperti Dobby, Winky tidak menginginkan untuk dibebaskan. Ia memandang dirinya sebagai Peri Rumah yang patuh dan menjaga banyak rahasia keluarga Crouch. Ketika Barty Crouch Jr diselamatkan dari Azkaban oleh ayahnya, Barty Crouch Sr, Crouch Jr dikontrol dengan Kutukan Imperius dan dipaksa untuk bersembunyi di bawah Jubah Gaib sepanjang waktu, dan dirawat hingga sehat kembali oleh Winky.
Karena kasihan, Winky meminta Crouch Sr untuk membiarkan putranya menonton Piala Dunia Quidditch. Crouch Sr akhirnya setuju, tanpa menyadari bahwa Crouch Jr sudah mulai melawan kutukan itu. Ketika menghadiri keramaian Piala Dunia, Crouch Jr mencuri tongkat sihir Harry Potter dan menggunakannya untuk meluncurkan Tanda Kegelapan. Para penyihir dari Kementerian Sihir segera tiba dan menembakkan sihir bius ke arah asal Tanda itu. Winky dan Crouch Jr (masih tersembunyi di bawah Jubah Gaib) pingsan terkena sihir bius itu. Winky ditemukan sedang memegang tongkat sihir itu. Crouch Sr dalam kemarahannya memberikan Winky pakaian dan membebaskannya (alasan sesungguhnya adalah karena Winky dianggap tidak mampu mengontrol putranya dan ketidakpatuhan Winky yang tampak di situ oleh para penyihir dari Kementerian Sihir). Kejadian ini dianggap memuakkan oleh Hermione Granger.
Winky kemudian ditemukan oleh Dobby dan memperoleh pekerjaan bersama-sama di Hogwarts. Winky merasa sangat putus asa dengan pembebasannya, yang dianggapnya sebagai kegagalannya melayani keluarga Crouch dan mulai jatuh dalam minum minuman keras. Winky terus-menerus menolak untuk menganggap Kepala Sekolah Hogwarts sebagai pemiliknya dan masih menganggap Crouch sebagai tuannya. Ketika Crouch mendapatkan kecupan Dementor dan jiwanya disedot habis, garis keturunan Crouch pun habis, dan Winky tinggal hidup merana.

4. Hokey
Hokey adalah Peri Rumah yang bekerja untuk Hepzibah Smith, yang dihukum atas tuduhan meracuni Smith. Memori Hokey telah dimodifikasi oleh Lord Voldemort sehingga ia tidak membela diri atas tuduhan ini, malah mengatakan bahwa ia mungkin telah salah memasukkan ke minuman majikannya. Hokey belakangan meninggal karena usia tua. Hokey digambarkan sebagai Peri Rumah yang paling kecil perawakannya dan paling tua yang pernah dilihat oleh Harry, dan karena kecilnya, seakan-akan sebuah nampan piring berjalan sendiri ketika Hokey membawanya di atas kepalanya.


- S.P.E.W.

Society for the Promotion of Elfish Welfare (atau "Perkumpulan untuk Peningkatan Kesejahteraan Peri Rumah") disingkat S.P.E.W., adalah sebuah organisasi kecil yang bertujuan menolong Peri Rumah. Perkumpulan ini didirikan oleh Hermione Granger, dan menjadi satu-satunya anggota aktif perkumpulan tersebut.


DPI

Helga Hufflepuff

Helga Hufflepuff adalah salah satu dari empat pendiri Hogwarts, dan mendirikan asrama Hufflepuff di cerita serial Harry Potter. Dia lahir dari sebuah desa yang luas. Dia merupakan orang yang loyal, jujur, fairplay, dan pekerja keras. Murid-murid yang berada di asrama Hufflepuff setidaknya menunjukkan salah satu sifat dari seorang Helga Hufflepuff. Almarhum Cedric Diggory yang merupakan salah satu kontestan Piala Triwizard, memiliki keempat sifat dari Helga.

Dia biasanya dipanggil “Good Hufflepuff” or "Sweet Hufflepuff" oleh Topi Seleksi. Sepertinya hampir tidak ada syarat besar untuk masuk ke asrama Hufflepuff, meski pernah dikatakan di tahun ke 5 pernah dinyatakan bahwa dia memilih orang yang masuk asrama Hufflepuff adalah pekerja keras. Dan juga ia pernah berkata "Pekerja keras pasti akan mendapatkan hasil dan pengakuan yang setimpal sesuai dengan kerja kerasnya. Menurut Topi Seleksi, dia juga pernah menyatakan bahwa semua ia ajari dengan hal yang sama, dengan kerja keras, kerjasama, dan kemampuan terbaik. Ini membedakan dia dari Pendiri Hogwarts lainnya, karena dirinya adalah seorang egalitarian.

Hufflepuff pernah menjadi "Wizard of the Month" saat Mei 2007 di website J.K.Rowling, dimana J.K. mengatakan: "One of the four celebrated Founders of Hogwarts, Hufflepuff was particularly famous for her dexterity at food-related Charms. Many recipes traditionally served at Hogwarts feasts originated with Hufflepuff."[3]

Her famous wizard card, which was written by Rowling, describes her as having “brought people from different walks of life together to help build Hogwarts,” and being “loved for her charming ways.” Both the famous wizard card and the picture on Rowling's website depict her as a rather corpulent woman with red hair.

Dia saat itu juga pernah menjadi sahabat Rowena Ravenclaw; Topi Seleksi, bagaimanapun, mengatakan persahabatan mereka hancur.

DPI

FAWKES . PHOENIX MILIK DUMBLEDORE

Jenis kelamin : Jantan
Jenis : Phoenix
Milik : Albus Dumbledore
Kekuatan khusus : Dapat membawa beban yang sangat berat, air matanya memiliki kekuatan penyembuh, nyanyian yang menyemangati, dapat lahir kembali setelah terbakar api, dapat menghilang dan muncul kembali di tempat lain sesuai kehendaknya .

Fawkes adalah hewan fiksi dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Fawkes adalah burung Phoenix peliharaan Albus Dumbledore. Fawkes dalam kisah ini menjadi semacam antitesis dari ular peliharaan milik Lord Voldemort, Nagini.

Fawkes memiliki warna merah dan emas, warna-warna dari asrama Gryffindor. Hal ini menimbulkan spekulasi dan rumor bahwa dahulu pernah dimiliki oleh Godric Gryffindor. Namun, Rowling telah membantah hal ini.

Daily Prophet Indonesia

Viktor Krum

Viktor Krum adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling yang muncul dalam seri keempat, yaitu Harry Potter and the Goblet of Fire. Di film, Krum diperankan oleh aktor asal Bulgaria, Stanislav Ianevski.

Nama Krum kemungkinan berasal dari Krum, seorang Khan yang memerintah Bulgaria di abad ke-9. Victor berarti pemenang, atau penakluk.

Krum adalah Seeker Tim Quidditch Bulgaria. Dia adalah pemain yang berbakat, terbukti dengan mampu menjadi tim nasional di usia yang sangat muda.

Krum dan beberapa teman sesama Durmstrang pergi ke Hogwarts sebagai kandidat untuk Tutnamen Triwizard. Krum terpilih sebagai juara Durmstrang. Krum menghadapi dua kenyataan yang bertolak belakang, yaitu sebagai wakil dari Durmstrang yang memiliki reputasi tidak begitu baik karena mengajarkan Ilmu Hitam kepada murid-muridnya; dan di samping itu juga menjadi pujaan (terutama bagi para gadis-gadis) karena reputasinya sebagai Seeker beken.

Dalam film, Rita Skeeter menyebutnya sebagai "Bulgarian Bon-Bon" (permen Bulgaria).

Tongkat sihir Krum terbuat dari tanduk dan pembuluh jantung naga. Panjangnya sepuluh seperempat inci (25,5 cm). Kreasi Gregorovitch, agak lebih tebal daripada yang biasa orang lihat, cukup kaku (komentar dari Mr. Ollivander).

Di Final Piala Dunia Quidditch antara Bulgaria dan Irlandia, ia menangkap snitch, meski kemenangan ada di tangan Irlandia.

Di Hogwarts, ia tertarik pada Hermione Granger. Krum sering mengunjungi perpustakaan Hogwarts hanya untuk melihatnya. Hermione di kemudian hari mengungkapkan bahwa …dia (Krum) pergi ke perpustakaan setiap hari untuk mencari kesempatan bicara denganku, tetapi dia tak kunjung punya keberanian. Di tugas kedua, Hermione menjadi orang yang harus diselamatkannya, yang menyebabkan Hermione sering diolok-olok sebagai yang paling membuat Viktor Krum kehilangan. Hubungan Krum dengan Hermione menyulut kecemburuan Ron Weasley.

Rita Skeeter menulis cerita tentang cinta segitiga antara Krum, Hermione dan Harry. Harry jengkel terus menerus menjelaskan pada orang-orang bahwa Hermione bukan pacarnya. Harry mengatakan pada Krum (yang agaknya cemburu padanya) bahwa Hermione adalah sahabat, bukan kekasihnya. Dan cerita yang ditulis Rita Skeeter tidak benar.

Dalam Tugas Ketiga, Krum dikenai Kutukan Imperius oleh Barty Crouch Jr. dan dibuat pingsan oleh Harry setelah nyaris menyerang Cedric Diggory. Di akhir Harry Potter and the Goblet of Fire Krum kembali ke Durmstrang, tanpa kepala sekolah mereka, Igor Karkaroff, yang kabur dari Hogwarts segera setelah mendengar Lord Voldermort bangkit kembali. Krum tidak muncul di seri kelima, tapi Hermione menulis setidaknya satu surat untuknya pada tahun tersebut, menandakan bahwa mereka masih saling kontak.

Banyak penggemar yang mengira bahwa akan ada adegan ciuman antara Hermione dan Krum di film keempat. Namun pada kenyataannya tidak ada ciuman diantara keduanya, baik di buku maupun di film. Tetapi Ginny Weasley berkata sambil lalu dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince bahwa mereka berciuman. Hermione, tidak seperti yang diharapkan Krum, tidak jadi mengunjungi Bulgaria selama musim panas diakibatkan situasi yang kacau setelah kembalinya Voldermort. Ron bertanya pada Harry apakah Hermione pernah mencium Krum. Harry yakin bahwa itu benar, namun tidak mengatakannya pada Ron.

Orang tua Viktor Krum sekilas disebutkan dalam bab Tugas Ketiga di Harry Potter and the Goblet of Fire. Disebutkan Krum mewarisi rambut gelap ibunya dan hidung bengkok ayahnya.

J. K. Rowling menyatakan bahwa Krum akan muncul di Buku Ketujuh. Dan di buku ketujuh , ia muncul pada saat pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour.

Daily Prophet Indonesia

Jubah Tembus Pandang

Jubah tembus pandang atau jubah gaib (Inggris: cloaks of invisibility) adalah suatu istilah yang dikenal dalam dunia fiksi, dan dewasa ini dalam sains. Istilah ini mengacu pada sebuah jubah atau selubung yang dapat membuat seseorang atau benda yang dilingkupi oleh benda ini menjadi kasat mata atau tidak terlihat. Dalam fiksi hal ini dikaitkan dengan suatu sifat gaib atau sihir, sedangkan dalam sains dikaitkan dengan prinsip penglihatan. Apabila tidak ada sinar dari sumber cahaya yang dipantulkan oleh suatu benda dan kemudian tiba di mata maka benda tersebut dikatakan "tidak terlihat".

- Jubah tembus pandang dalam fiksi

Jubah tembus pandang amat jarang diceritakan dalam cerita-cerita; walaupun demikian benda-benda yang mirip benar-benar terdapat dalam beberapa kisah-kisah peri, seperti The Twelve Dancing Princesses, dengan sebuah trope umum topi tembus pandang. Topi tembus pandang muncul dalam mitologi Yunani: Pluto diceritakan memiliki sebuah topi atau helem yang dapat membuat pemakainya tidak kelihatan. Dalam beberapa versi mitologi tentang Perseus, Perseus meminjam topi ini dari dewi Athena dan menggunakannya untuk menyelinap dekat Medusa yang sedang tertidur saat ia membunuhnya, di mana ia mendapatkannya dari para Nymphe atau para Graien. Helm sejenis, Tarnhelm, ditemukan dalam mitologi Norse. Dalam Second Branch dari Mabinogi, salah satu dari teks-teks penting mitologi Welsh, Caswallawn (Cassivellaunus bersejarah) membunuh Caradog ap Bran dan dan kepala-kepala suku lainnya yang tersisa, yang mendukung Britain, saat mengenakan jubah gaib. Siegfried berhasil memenangkan Tarnkappe dari raja para kurcaci, Raja Alberich seperti diceritakan dalam Nibelungenlied. Dalam saga ini Tarnkappe tidak berbentuk tutup kepala, melainkan - menurut penggunaan istilah dalam bahasa Jerman pada masa awal abad pertengahan - sebuah mantel atau jubah.

Dewasa ini, jubah gaib digunakan dalam serial Harry Potter. Edgar Rice Burroughs dalam novel tahun 1931-nya A Fighting Man of Mars juga menggunakan ide ini. Sebuah adegan dalam film Erik the Viking dengan agak berkelakar menyajikan seorang karakter judul (karakter yang namanya digunakan dalam judul filmnya) menggunakan sebuah jubah gaib pinjaman, yang tidak ia sadari dan berfungsi hanya pada ayah bodoh sang pangeran, sang pemilik jubah. Musuh-musuhnya benar-benar tersihir atas kelakuannya yang aneh dan penjelasannya yang salah mengenai kemampuannya untuk menghilang sehingga mereka sedemikian terpana untuk memeranginya, akibatnya ia dapat dengan mudah mengalahkan mereka.

Alat penghilang (cloaking device), muncul dalam Star Wars dan Star Trek dan juga dalam Stargate , menyajikan bentuk representasi yang mirip dalam bentuk fiksi sains. Dalam fiksi sains, konsep dari ketidakkelihatan (invisibility ) atau tembus pandang lebih umum digunakan dalam sains fantasi dibandingkan dalam bentuk-bentuk yang berdasarkan atas ilmu pengetahuan yang masuk akal.


- Harry Potter

Dalam kisah Harry Potter jubah gaib adalah sebuah warisan dari James Potter kepada Harry, yang membuat orang yang memakainya tak terlihat. Harry sering memanfaatkan jubah ini untuk bersembunyi. Dalam buku terakhirnya, Harry Potter dan Relikui Kematian jubah ini termasuk dalam legenda tiga Relikui Kematian yang membuat para pemakainya menjadi tak terkalahkan, bahkan oleh sang kematian sekalipun.


- Jubah tembus pandang dalam sains

Saat ini Tarnkappe nyata sedang diteliti dan dikerjakan. Sebuah prototip telah siap dirampungkan menggunakan semacam bahan yang kerap disebut metamaterial, yang memiliki indeks bias negatif dan mencerai-beraikan gelombang elektromagnetik, dan bukan menyatukannya.
Pada tanggal 19 Oktober 2006 sebuah kerjasama antara para ilmuwan Inggris dan Amerika Serikat menghasilkan sebuah jubah atau mantel yang mencegah sebuah silinder tembaga terdeteksi oleh gelombang mikro. Jubah ini dibuat dari metamaterials, yang masih menampilkan sedikit bayangan, yang diharapkan oleh para perancangnya dapat segera diperbaiki.

Piranti tersebut bekerja hanya dalam dua dimensi dan hanya pada gelombang mikro, obyek yang akan dihilangkan tetap terlihat oleh mata telanjang, walaupun demikian penelitian setidaknya telah meletakkan fondasi bagi suatu bentuk ke-kasat-mata-an (invisibility).
David R. Smith, seorang akademisi Augustine dan seorang profesor di bidang rekayasa listrik dan kompter pada Universitas Duke yang mendemonstrasikan "jubah tembus pandang" pertama yang dapat berfungsi, dikutip telah mengatakan:

“ Sampai saat ini belum jelas apakah anda pada suatu saat dapat memiliki "ke-kasat-mata-an" seperti yang dipikirkan orang bila bicara mengenai Jubah Gaib Harry Potter atau piranti menghilang Star Trek. Untuk membuat sebuah obyek benar-benar menghilang di hadapan mata seseorang, sebuah selubung atau jubah seyogyanya harus berinterasi secara simultan dengan segala panjang gelombang, atau warna, yang menyusun cahaya.

Meskipun demikian, studi baru yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan Amerika mengatakan bahwa jubah atau selubung semacam itu akan amat mirip dengan Jubah Gaib Harry Potter, tetapi tanpa menghasilkan bayangan, karena sel-sel pada selubung memperbolehkan cahaya untuk dibelokkan di sekeliling mereka. Rancangan membutuhkan jarum-jarum mungil yang dicocokan pada sebuah kerucut sikat rambut pada semua sudut dan panjang yang akan memaksa cahaya untuk diteruskan mengelilingi selubung. Hal ini akan membuat segala yang terdapat dalam kerucut terlihat menghilang karena cahaya tidak lagi dipantulkan. "Hal ini terlihat sangat fiksi, tapi saya benar-benar menyadari, bahwa hal ini bersesuaian dengan hukum-hukum fisika," ucap seorang pemimpin peneliti Vladimir Shalaev, seorang profesor bidang rekayasa listrik dan komputer di Purdue. "Idealnya, jika kita dapat membuatnya menjadi nyata, benda ini akan berfungsi bener-benar sama dengan Jubah Gaib Harry Potter," ujarnya. "Jubah ini tak akan menjadi berat karena hanya terdapat sedikit logam di dalamnya."

Keluarga Gaunt

Keluarga Gaunt adalah keluarga penyihir fiksi yang terdapat dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Berikut ini adalah nama-nama anggota keluarga yang sekarang telah sudah tidak lagi memiliki keturunan:

• Marvolo Gaunt (sekitar 1927)
• Morfin Gaunt (1900an-1970an), anak Marvolo
• Merope Riddle (setelah menikah dengan Tom Riddle senior) (sekitar 1907 – 31 December 1926), anak Marvolo, saudara perempuan Morfin, ibu Voldemort.
• Tom Riddle senior (sekitar 1905-1943) bergabung dengan keluarga ini karena pernikahannya dengan Merope. Ayah dari Voldemort.
• Tom Marvolo Riddle alias Lord Voldemort (1926-saat ini), anggota keluarga Riddle/Gaunt yang masih hidup.

Keluarga Gaunt dikisahkan sebagai garis terakhir dari Salazar Slytherin, seorang penyihir terkenal yang juga salah satu pendiri Hogwarts.
Dari sebuah keluarga yang terpandang, kaya raya dan dihormati, keluarga Gaunt jatuh miskin karena ketidakmampuan mereka mengatur kekayaan turn temurun yang diwarisinya, dan juga karena kebiasaan mereka menikah dengan keluarga sendiri.

Dalam kemiskinan inilah Marvolo, Merope dan Morfin Gaunt, tiga anggota terakhir dari klan Gaunt, hidup di sebuah rumah batu kecil yang kotor di sebuah desa dekat Little Hangleton. Sebagian besar tanah di wilayah itu dikuasai oleh seorang tuan tanah, Riddle, yang hidup bersama istri dan anaknya di rumah keluarga Riddle.

Marvolo Gaunt adalah orang yang pemarah dan keras terhadap anak-anaknya, terutama pada Merope. Mereka terbiasa menggunakan bahasa parseltongue, bahasa ular. Kemampuan ini diwarisi dari leluhur mereka Salazar Slytherin, dan tampaknya memang bukanlah hal yang luar biasa bila keturunan Gaunt memiliki kemampuan ini. Keluarga Gaunt adalah keluarga yang fanatik terhadap keturunan darah murni oleh sebab itu mereka hanya menikahi sepupu mereka dan penyihir lain yang berdarah murni (kecuali Merope). Mereka bukan hanya peduli dengan mempertahankan kemurnian darah mereka, tapi juga teramat peduli terhadap mempertahankan garis keturunan Slytherin – mungkin ini sebabnya mengapa mereka melakukan pernikahan dengan sepupu mereka. Pernikahan dalam keluarga justru menjadikan anggota keluarga ini menyusut, kacau, dan antisosial.

Semua hal yang buruk dari keluarga Gaunt ternyata diwariskan pada Lord Voldemort, garis keturunan terakhir (meski tidak menyandang nama Gaunt) keluarga Gaunt. Marvolo tidak pernah mengenal cucunya, tapi dari cara Marvolo memperlakukan anak-anaknya berpengaruh secara tidak langsung terhadap masa kecil Voldermort yang buruk dan balas dendam Voldemort terhadap keluarga ayahnya. Kisah keluarga Gaunt ini terdapat dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince.


- Berakhirnya Keluarga Gaunt

Morfin Gaunt sangat menyukai menakut-nakuti penduduk desa dengan kemampuan sihir yang dimilikinya. Sekitar tahun 1925 Kepala Pasukan Pelaksanaan Hukum Sihir, Bob Ogden mengunjungi rumah keluarga Gaunt untuk menyampaikan bahwa Morfin mendapat panggilan untuk mengikuti sidang di Kementerian Sihir di bulan September. Tapi dalam kunjungannya itu, Odgen justru bertengkar dengan Morfin dan ayahnya. Odgen segera ber-apparater ke Kementerian dan kembali ke rumah itu dengan membawa bala bantuan untuk menangkap mereka. Marvolo dipenjara selama 6 bulan di Azkaban dengan tuduhan menghina petugas Kementerian, dan Morfin dihukum 3 tahun karena tindak kejahatan yang dilakukannya.

Merope yang tidak diperlakukan dengan baik oleh ayah maupun kakaknya, akhirnya dapat hidup dengan bebas. Dan menurut perkiraan Dumbledore, dengan menggunakan Ramuan Cinta, Merope mendapatkan cinta dari Tom Riddle sr., seorang muggle luar-biasa-tampan, anak tuan tanah di daerah tersebut yang telah lama dicintainya. Mereka menikah di bulan Desember 1925 dan langsung hamil ketika usia perkawinan mereka baru menginjak di usia 3 bulan! Saat itulah Merope berhenti menggunakan Ramuan Cinta karena dia lelah untuk terus hidup dalam kebohongan. Dumbledore yakin bahwa Merope berharap Tom akan benar-benar mencintainya, ataupun akan tetap berada di dekatnya demi anak yang dikandungnya. Ternyata Merope keliru. Tom Riddle kembali ke desanya dan mengatakan bahwa dia ‘tertipu’ atau ‘terpedaya’. Mungkin Tom tahu bahwa dirinya kena sihir, tapi dia tidak menceritakannya kepada penduduk desa karena takut dikira gila.

Sementara itu, Marvolo Gaunt kembali ke rumah dan menemukan rumahnya kosong dan berdebu. Anak perempuannya telah pergi. Dumbledore memperkirakan Marvolo meninggal tidak lama kemudian disebabkan oleh shock karena anak perempuannya menikah dengan seorang muggle ataupun karena Marvolo tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Yang jelas, Marvolo meninggal sebelum Morfin dibebaskan dari Azkaban. Cincin keluarga diwariskan pada Morfin sebagai kepala keluarga Gaunt selanjutnya (dan terakhir).

Karena putus asa, Merope berkeliaran di jalanan di London. Harta yang dimilikinya hanyalah sebuah liontin emas peninggalan Slytherin yang dibawanya dari rumah. Dia menjualnya pada Caractacus Burke seharga 10 Galleon, karena dia tidak mengetahui nilai sebenarnya dari liontin tersebut. Pada malam tahun baru 1926 Merope sampai di Panti Asuhan Stockwell, dimana dia melahirkan anaknya. Dia meminta pada Mrs. Cole, pengurus panti tersebut, untuk menamai anak itu Tom seperti nama ayahnya, dan Marvolo seperti nama kakekknya. Satu jam setelah melahirkan, Merope pun meninggal.

Di tahun 1944, ketika Voldemort remaja dan tercatat sebagai murid Hogwarts, dia pergi ke Little Hangleton untuk mencari keluarganya. Ia tidak pernah menceritakan pada Morfin siapa dia sebenarnya, meski Morfin berkata bahwa Voldermort mirip dengan muggle yang kawin lari dengan adiknya. Morfin tidak menyadari bahwa Voldemort adalah anak mereka. Mereka terlibat dalam percakapan dimana Morfin menjelaskan bahwa Riddle meninggalkan Merope dan kembali ke rumahnya. Cerita ini mengakibatkan Voldemort, yang kemudian memantrai pamannya, pergi ke rumah keluarga Riddle dan membunuh ayah dan kakek neneknya. Ia mengambil cincin Morfin, dan selanjutnya memakainya secara terang-terangan di Hogwarts.

Polisi muggle menangkap tukang kebun keluarga Riddle, Frank Bryce yang mengaku melihat seorang pemuda berambut gelap memasuki rumah keluarga Riddle malam itu. Tak ada orang lain yang melihat pemuda tersebut dan orang-orang yakin Bryce berbohong dan dialah pembunuhnya. Tetapi ketika otopsi dilakukan dan diketahui bahwa keluarga Riddle tidak dilukai maupun diracun, Bryce dibebaskan karena tidak ada bukti yang memberatkannya. Bryce kembali ke rumah keluarga Riddle dan di tahun 1994 juga mati di tangan Voldemort.

Dalam penyelidikan, Kementerian Sihir segera menyadari bahwa pembunuhan keluarga Riddle dilakukan oleh penyihir (kematian disebabkan karena kutukan yang tidak meninggalkan bekas atau kerusakan pada tubuh). Morfin dibawa ke Kementerian untuk ditanyai dan dengan bangga dia mengakui bahwa ialah pembunuh para muggle tersebut. Morfin ditahan di Azkaban. Ketika Voldemort mulai menampakkan kekuatannya, Dumbledore mengunjungi Morfin untuk mendapatkan informasi tentang asal usul Voldemort. Dumbledore berhasil mendapatkan memori Morfin tentang pertemuannya dengan kemenakannya dan Dumbledore juga sadar bahwa Voldemort telah memodifikasi iangatan pamannya sehingga Morfin yakin dirinyalah pembunuh keluarga Riddle. Dumbledore mencoba untuk membebaskan Morfin, tapi dia meninggal sebelum hal itu terjadi.
Voldemort menggunakan harta peninggalan keluarganya (di kemudian hari dia mendapatkan liontin emas Slytherin) sebagai 2 dari 6 horcruxnya. Cincin Slytherin telah berhasil diambil Dumbledore, tetapi liontin Slytherin (yang tampaknya terakhir dimiliki oleh seseorang berinisial R.A.B.) tampaknya telah dihancurkan.


- Tom Riddle Senior

Tom memiliki segala kemudahan dan kenyamanan bagi mereka yang memiliki keluarga aristokrat. Keluarga Riddle adalah pemilik sebagian besar pemilik tanah di Little Hangleton. Tom menampilkan citra seorang yang berasal dari kalangan menengah ke atas di awal abad 20-an, bersosialisasi dengan orang yang sederajat dengannya, suka menunggang kuda, dan menikmati statusnya. Tetapi di mata penduduk desa, keluarga Riddle tidak populer karena sombong dan kasar.
Tom selain kaya juga amat tampan. Ia sering pergi menunggang kuda dengan seorang gadis bernama Cecilia (kemungkinan kekasihnya). Mereka sering berkuda sampai ke dekat gubuk keluarga Gaunt, dimana Merope secara sembunyi-sembunyi sering memperhatikannya. Morfin mengetahui perhatian adiknya terhadap Tom dan memantrai wajah Tom sehingga di wajahnya dipenuhi gatal-gatal yang menyakitkan. Hal ini yang menjadi pemicu dibawanya Morfin dan Marvolo ke Azkaban.

Seperti dikisahkan Dumbledore, suatu hari Merope menawari minuman yang sudah dibubuhi Ramuan Cinta pada Tom ketika dia tengah berkuda. Merope meyakinkan Tom untuk menikahinya, yang menjadi skandal di desa mereka, dan langsung hamil 3 bulan kemudian. Merope memutuskan untuk tidak lagi memperbudak Tom dengan sihir dan menghentikan pemberian Ramuan Cintanya. Namun Tom segera meninggalkan istrinya yang sedang hamil dan menyatakan dirinya telah ditipu untuk menikahi Merope. Ia tidak pernah mencari istri dan anaknya.

Bersama dengan orangtuanya, Tom Riddle Sr. dibunuh dengan kutukan Avada Kedavra di tahun 1943 oleh putranya, Tom Marvolo Riddle, yang menjebak Morfin Gaunt untuk kejahatan yang dilakukannya. Komunitas non-sihir bingung dan kaget karena kematian yang tiba-tiba dan tanpa sebab.

Rabu, 03 Februari 2010

Pencarian Horcrux

Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Patronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate, dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B." yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.
Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang "warisan Dumbledore" yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Voldemort dan Nagini. Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.
Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai Tabu - sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap..